Analisis drama Hwang Jinyi ( Analyzes Hwang Jinyi drama )

Tema drama

Drama ini berlatar belakang sejarah kehidupan dari Hwang Jinyi, seorang Gisaeng terkenal Korea, pada masa kerajaan Joseon. Memiliki bakat seni dari ibunya membuat dia piawai menari, bermain alat musik dan puisi menjadikannya seniman terbaik di eranya.

Plot

Seorang gadis cilik berusia 10 tahun bernama Hwang Jinyi dititipkan di kuil oleh ibunya dan menjadi seorang biksu. Ketika sedang berjalan-jalan di pasar untuk mencari ibunya, dia  melihat sebuah pesta yang menampilkan tari-tarian. Hwang jinyi tertarik untuk belajar seni tari lebih lanjut. Pada suatu hari dia melihat pengumuman bahwa dibutuhkan gisaeng (wanita penghibur)  baru, dia mencoba mendaftar dan akhirnya diterima karena bakat menarinya yang luar biasa, bakatnya tersebut berasal dari ibunya yang ternyata seorang gisaeng.

6 tahun kemudian dia bertemu dengan cinta pertamanya, seorang bangsawan yang sangat pintar bernama Kim Eun Ho. Hubungan mereka dilarang oleh orang tua Eun Ho karena perbedaan status sosial. Hal ini tidak membuat Eun Ho menyerah begitu saja, berbagai upaya dilakukannya agar bisa bersama Jinyi. Diapun rela melepaskan gelar bangsawan dan kabur bersama Jinyi untuk hidup bersama. Namun, hal tersebut gagal dilakukannya karena ibunya mengetahui niat Eun Ho untuk melarikan diri. Akhirnya Eun Ho pun jatuh sakit dan meninggal.

Sejak Eun-ho meninggal, Jinyi seolah kehilangan semangat hidup dan dirinya kerap mabuk-mabukan saat peringatan kematian pemuda itu.  4 tahun pun berlalu Jinyi telah menjadi gisaeng kelas atas dengan bayaran paling mahal, dan diapun merubah namanya menjadi Myung Wol. Karena sifatnya yang angkuh, tidak seperti gisaeng biasanya, membuat Byuk Kye Soo (sepupu raja) terobsesi padanya. Namun, Myung Wol tak membalas hati Byuk Kye Soo, dia jatuh cinta kepada Kim Jung Han seorang mentri kerajaan karena dia mirip seperti Kim Eun Ho cinta pertamanya.

Kematian Baek Moo (kepala kelompok wanita penghibur), membuatnya merasa bersalah sehingga anggota tubuhnya tidak mampu menggerakannya untuk bermain musik dan menari. Diapun menjadi stress, hingga ingin bunuh diri. Kim Jung Han menyelamatkan hidupnya dan bersedia untuk hidup bersamanya, menjadi rakyat jelata dan meninggalkan gelar bangsawannya. Selama 3 tahun mereka hidup bersama, hingga akhirnya ditemukan oleh polisi setempat dan Kim Jung Han pun ditangkap karena telah meninggalkan tugasnya sebagai mentri. Jinyi berupaya untuk membebaskan Kim Jung Han dari tahanan, dengan cara menari di depan raja untuk mendapatkan simpatinya. Kim Jung Han pun berhasil dibebaskan, dan Jinyi kembali lagi menjadi Gisaeng. Jinyipun memutuskan hubungannya dengan Kim Jung Han dan menjadi seniman terbaik di era joseon pada abad ke-16.

Referensi

wikipedia