Genre : Historical drama, Romance, Tragedy

Format : TV Series

No. of eps : 62

Original channel : MBC

Written by : Kim Young-hyun dan Park Sang-yeon

Directed by : Park Hong-gyun dan Kim Geun-hong

Sinopsis

Di masa pemerintahan Raja Jinheung (Lee Soon-jae), Shilla mampu menjelma menjadi kerajaan yang paling ditakuti di semenanjung Korea. Keberhasilan tidak cuma disebabkan oleh kehebatan sang raja, melainkan juga berkat orang-orang kepercayaannya.

Sebut saja mulai dari Eulje (Shin Goo) penasehat istana yang mampu meredam konflik internal, Noribu dan Sejong (Dok Go-young) yang menangani strategi perang, Seolwon (Jun Noh-min) sang jendral gagah-berani, Munno (Jung Ho-bin), dan satu-satunya wanita di jajaran pimpinan kerajaan Shilla yaitu Mishil (Go Hyeon-jeong).

Bahkan, Mishil mampu menjadi orang terdekat sekaligus kepercayaan Raja Jinheung. Dari jauh-jauh hari, ia telah menetapkan sang cucu Baekjeong (Kang San) sebagai penerus tahta. Hal ini keruan saja membuat putra keduanya Pangeran Geumnyun (Im Ho) tidak terima.

Dalam perjalanan pulang, Raja Jinheung menceritakan pada Mishil tentang kisah masa kecilnya yang mampu membunuh seekor harimau dengan sebilah belati. Sambil tersenyum, Raja Jinheung menyebut bahwa menaklukkan harimau (yang diartikan sebagai rintangan) seolah telah menjadi takdir pemimpin Shilla.

Dengan bijaksana, sang raja juga menyadari bahwa hal yang mampu membuatnya terus memimpin Shilla bukanlah kehebatannya melainkan dukungan rakyat. Pembicaraan keduanya terhenti ketika Raja Jinheung mendadak batuk hingga memuntahkan darah.

Begitu sampai di istana, Raja Jinheung memerintahkan Mishil sebagai pemegang segel istana yang ditunjuknya untuk menulis surat wasiat berisi penunjukan Baekjeong sebagai pengganti dan perintah agar Mishil dan Pangeran Geumnyum mengasingkan diri dari kehidupan ramai alias menjadi biksu.

Tahu kalau Mishil tidak akan mendengarkan perintah begitu saja, Raja Jinheung meminta Seolwon untuk menghabisi wanita yang diduganya bakal menjadi duri dalam daging Shilla setelah dirinya meninggal. Sayangnya strategi tersebut berantakan, karena Seolwon ternyata menjalin hubungan gelap dengan Mishil.

Tepat pada saat pemberontak pimpinan Mishil, yang diam-diam telah menggalang dukungan, terjadi, Raja Jinheung mangkat di kursi tahtanya. Sang cucu Baekjeong cuma bisa menangis sambil bersembunyi dan dengan mata kepalanya sendiri melihat sosok Mishil yang sebenarnya.

Dengan kekuasaannya, Mishil mampu mengubah isi surat wasiat peninggalan mendiang Raja Jinheung. Sebagai ganti Baekjeong, yang menjadi pemimpin Shilla justru malah Pangeran Geumnyun yang diberi gelar Raja Jinji. Sebagai imbalan, sang raja baru menjadikan Mishil sebagai pendamping.

Sementara itu ditempat lain, Munno yang punya pengetahuan luas tentang astronomi terus mengamati langit. Hal itu tidak lain adalah berkat ramalan Raja Jinheung yang menyebut bahwa sampai gugus bintang utara yang berjumlah tujuh berubah menjadi delapan, tidak ada satupun manusia yang mampu melawan Mishil.

Tahun demi tahun berlalu, hubungan Raja Jinji dan Mishil memburuk karena sang istri tidak juga dijadikan permaisuri. Bahkan saat Mishil membawa bayi hasil hubungan mereka, Raja Jinji bergeming. Dengan kejam, Mishil meninggalkan bayinya begitu saja saat strateginya tidak berhasil.

Sementara itu, Baekjeong (Baek Jong-min) yang telah tumbuh dewasa tengah gembira karena istrinya Putri Maya (Park Soo-jin) tengah mengandung. Saat hendak berdoa di kuil, secara tidak sengaja Putri Maya melihat pasukan Hwarang tengah bersiap-siap seolah hendak menghadapi pertempuran hidup-mati.

Rupanya, semua adalah bagian dari strategi Mishil. Kehadiran Putri Maya bersama dayangnya Sohwa (Seo Young-hee) terlihat oleh Seolwon, yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk menculik sang putri. Munno yang melihat dari kejauhan mulai curiga, dan memutuskan untuk mengikuti Putri Maya.

Dugaan Munno ternyata benar, Putri Maya langsung ditarik paksa oleh beberapa orang untuk masuk kedalam tandu. Tiba-tiba Munno teringat dengan mimpinya, ia sadar bahwa yang diramalkan oleh mendiang Raja Jinheung ada hubungannya dengan Putri Maya.

Keadaan di lingkungan istana tidak kalah genting, Raja Jinji mendapat penolakan dari pasukan Hwarang. Bahkan, Mishil mampu membalikkan keadaan dengan menyebut seolah-lah Raja Jinji-lah yang memerintahkan dirinya untuk memalsukan surat wasiat mendiang Raja Jinheung.

Cuplikan drama The great Queen Seondeok

Analisis

Ide Cerita

Diangkat dari intrik politik yang terjadi di istana pada masa dinasti silla saat Raja Jinheung, Jinji, Jinpyeong dan Ratu Seondeok berkuasa. Lady Mishil menjadi selir dari 3 raja tersebut untuk mendapatkan kekuasaan, hal itu tidak membuatnya cukup puas sehingga ingin menjadi penguasa Silla. Ketika raja Jinheung meninggal dan memberikan wasiat bahwa yang akan menggantikannya adalah cucunya yaitu raja Jinpyeong, Mishil merubah wasiat tersebut sehingga raja Jinji lah yang naik tahta. Tidak lama setelah itu dia membujuk para bangsawan agar raja Jinji turun dari tahtanya dan digantikan oleh keponakannya yaitu Raja Jinpyeong. Jinpyeong tidak memiliki anak laki-laki sehingga putri pertamanyalah yang menjadi ahli warisnya untuk naik tahta yaitu putri Deokman. Tapi Mishil tidak menyetujui hal ini sehingga dia berusaha membunuh Deokman. Diapun gagal dalam misinya dan Putri Deokman menjadi Ratu Seondeok, perempuan pertama yang memimpin kerajaan Silla.

Karakter Drama dan Sejarahnya

Lee Yo won as Putri Deokman/Queen Seondeok

Karakter Drama Quenn Seondeok.“Menjadi Ratu adalah takdirku”  Setelah berhasil bertahan dari berbagai kesulitan dalam hidupnya, dia akhirnya menjadi penguasa dinasti Silla. Pengikut setianya termasuk Jenderal Kim Yusin dan Kim Chunchu. Dia menjadi Kaisar wanita pertama dalam sejarah Korea dan menaruh dasar penyatuan Tiga Kerajaan dibawah dinasti Silla.Queen seon deok terlahir sebagai saudari kembar Putri Chonmyong dan hampir mati ketika masih bayi. Dia hampir dibunuh oleh Lady Mi-Shil yang juga berambisi menguasai kerajaan. Seorang pelayan setia bernama So-hwa menyelamatkannya dan membawanya lari dari istana. Dia dibesarkan diluar istana. Ketika Deokman berusia 15 tahun, dia mengetahui jati dirinya bahwa ia adalah seorang Putri kerajaan Silla. Dia akhirnya kembali ke istana untuk bertemu keluarganya.

Sejarah. Queen Seondeok (606 – 17 February 647), Berkuasa di kerajaan Silla dari tahun 632-647. Dia menjadi penguasa Silla ke 27 dan penguasa perempuan pertama di Silla. Di dalam sejarah tidak dijelaskan bahwa dia adalah anak kembar dan dibuang oleh keluarganya. Menurut catatan sejarah Princess Deokman terkenal karena kecerdasan dan prestasinya. Selama 15 tahun masa kekuasaannya, Seondeok menggunakan keahliaan diplomasinya untuk membentuk kekuataan dengan Tang Cina. Sehingga dapat menaklukan lawannya yaitu Baekje dan Gogoryeo. Seondeok meninggal pada tahun 647 dan digantikan oleh sepupunya Queen Jindeok karena dia tidak memiliki keturunan.

Gu Hyeon Jeong as Lady Mishil

Karakter Drama Mishil. Seorang wanita yang sangat cantik dan licik. Dia menguasai Raja-raja dan pasukan elite Hwarang. Tugasnya sebenarnya adalah mempromosikan anak-anak keluarga bangsawan untuk menduduki jabatan penting, tapi dia menggunakan kecantikannya untuk menggoda Kaisar Jinheung dan Kaisar Jinpyeong untuk memperoleh kekuasaan. Putri Chonmyong dan Putri Deokman melawannya dan menghentikan niat jahatnya menjadi penguasa Silla.

Sejarah. Lady Mishil adalah tokoh sejarah dari kerajaan Silla. Dia adalah selir dari 3 raja yang berkuasa di kerajaan Silla. Kekuatannya terbukti saat dia berhasil membujuk para bangsawan agar membantunya dalam menurunkan tahta raja Jinji. Dia merupakan tokoh penting dalam terbentuknya hwarang (Militer Silla). Belum dapat dipastikan oleh sejarahwan apakah tokoh Mishil benar-benar ada dalam kerajaan Silla, karena namanya tidak tercatat dalam catatan sejarah Samguk Sagi dan Samguk Yusa (catatan sejarah yang ada pada zaman Silla).

Eom Tae Woong as Kim Yushin

Karakter Drama Kim Yushin. Jenderal besar dinasti Silla. Seorang Jenderal yang hebat, tampan, dan memiliki kemampuan perang yang luar biasa. Dia adalah pemimpin pasukan elite Hwarang. Dia memiliki visi besar untuk menyatukan ketiga kerajaan dibawah kekuasaan Silla. Dia bersekutu dengan Putri Deokman yang sangat mempercayainya. Putri Deokman kemudian jatuh hati dengan Kim Yusin tapi mereka tidak dapat bersatu karena takdir. Pasukan elite Hwarang : Pasukan elite Silla yang juga menguasai seni dan musik.

Sejarah. Kim Yushin (595 – 1 July 673) adalah jendral pada abad ke-7 di kerajaan Silla. Dia dikenal sebagai salah satu jendral terbesar dalam sejarah Korea dan dia menjadi pemersatu 3 kerajaan Korea yaitu Baekje, Gogoryeo dan Silla. Dia menjadi Hwarang saat berumur 15 tahun dan pada saat Deokman menjadi Ratu diapun diangkat menjadi Panglima tentara kerajaan. Dia menikah dengan anak ke-3 raja Muyeol yaitu lady Jiso dan mempunyai 10 anak. Meninggal saat berumur 79 tahun. Tidak diceritakan dalam sejarah bahwa putri Deokman jatuh hati kepada Kim Yusin seperti yang ada dalam cerita di Drama.

Park Ye Jin as putri Cheonmyeong

Karakter Drama Putri Cheonmyeong. Dia terlahir sebagai saudari kembar Putri Deokman tapi hanya dia yang terpilih untuk tinggal di istana sebagai purti raja. Dia tumbuh dan mendapatkankan segalanya yang ia inginkan. Karena pengaruh Lady Mi-Shil, Putri Cheonmyeong tinggal berdiam diri di istana, tapi ia memiliki kharisma dan kepintaran diatas rata-rata. Setelah tahu bahwa ia memiiki saudari kembar, dia dan putri Deokman bertemu kembali. Saat mencoba untuk mengangkat saudarinya sebagai putri raja, dia dibunuh oleh Lady Mi-Shil.

Sejarah. Putri Cheonmyeong adalah anak ke-2 dari Raja Jinpyeong dan adik dari Putri Deokman. Dia menikah dengan Kim Yongsu dan mempunyai anak bernama Kim Chunchu yang nantinya akan menjadi raja ke-29 Dinasti Silla.

Kim Nam Gil as Bidam

Karakter Drama Bidam. Bi Dam, putra hasil hubungan Mi Shil dengan Raja Jinji. Sejak bayi, Mi Shil tak memedulikan Bi Dam karena bayi itu tak mampu membuat Raja Jinji mengangkatnya menjadi ratu. Saat tumbuh dewasa, Bi Dam pun berpihak pada Putri Deok Man. Tapi karena merasa Deok Man lebih memercayai Kim Yu Shin ketimbang dirinya, Bi Dam justru memimpin pemberontakan melawan Kim Yu Shin.

Sejarah. Bidam dianggap sebagai pemberontak terbesar dalam sejarah Silla, diperkirakan pula Kim Yushin adalah saingan utamanya sehingga dia mau merebut tempat Kim Yushin. Dia terkenal akan tindakannya karena memimpin pemberontakkan melawan Ratu Seondeok. Dia mempunyai pegagangan hidup bahwa “penguasa perempuan tidak dapat memerintahkan negara”. akhirnya dia dan anak buahnya ditangkap dan dieksekusi setelah Ratu Seondeok meninggal.

Karakter ini agak berbeda dengan sejarah aslinya, karena dalam sejarah tidak disebut bahwa dia anak Mishil dan Raja Jinji. Didalam drama pun disebutkan bahwa dia melakukan pemberontakan kepada ratu Seondeok karena ratu lebih mempercayai Kim Yushin, padahal dalam sejarah disebutkan bahwa dia melakukan pemberontakan karena menurutnya pennguasa perempuan tidak dapat memerintahkan negara. Menurut saya karakter ini memang ada dalam sejarah asli tapi sejarah tidak mencatat secara detail tentang kehidupan Bidam. Maka dari itu drama ini menambahkan cerita mengenai asal-usul Bidam dan alasannya untuk melakukan pemberontakan, agar drama ini lebih menarik untuk ditonton.

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Queen_Seon_Deok_%28TV_series%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Queen_Seondeok_of_Silla

http://en.wikipedia.org/wiki/Lady_Mishil

http://en.wikipedia.org/wiki/Kim_Yushin

http://en.wikipedia.org/wiki/Lord_Bidam_of_Silla